STRUKTUR ATOM -3
MATERI AJAR
BAB 2 — STRUKTUR ATOM
PERTEMUAN 3 — GOLONGAN DAN PERIODE UNSUR
Tujuan
Pembelajaran
• Murid mampu
menentukan letak golongan (A/B) dan periode unsur dalam tabel periodik
berdasarkan konfigurasi elektron.
• Murid mampu
menganalisis keteraturan tabel periodik dan menjelaskan makna keberadaan unsur
dalam satu golongan (Penalaran Kritis).
A. Pendahuluan
(Apersepsi)
Pernahkah kamu melihat Tabel Periodik
Unsur yang terpajang di ruang laboratorium? Sekilas terlihat seperti kumpulan
kotak-kotak acak, tapi sebenarnya susunannya sangat rapi dan penuh makna.
Bayangkan sebuah gedung apartemen bertingkat: setiap lantai (periode) mewakili
jumlah kulit elektron, sementara setiap kolom (golongan) berisi unit-unit
apartemen dengan 'fasilitas' yang mirip (jumlah elektron valensi yang sama).
Karena fasilitasnya mirip, penghuni-penghuni pada kolom yang sama pun cenderung
memiliki 'kebiasaan' atau sifat kimia yang serupa. Pada pertemuan ini, kita
akan belajar bagaimana konfigurasi elektron yang sudah kita pelajari sebelumnya
bisa langsung memberitahu kita di mana letak suatu unsur dalam tabel periodik
ini.
B. Isi Materi
1. Struktur
Tabel Periodik: Golongan dan Periode
Tabel Periodik Unsur tersusun dalam
bentuk baris dan kolom.
• Golongan
adalah kolom tegak (vertikal) dalam tabel periodik, terdiri atas 18 kolom.
Unsur-unsur dalam satu golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama,
sehingga cenderung memiliki sifat kimia yang mirip.
• Periode adalah
baris datar (horizontal) dalam tabel periodik, terdiri atas 7 baris.
Unsur-unsur dalam satu periode memiliki jumlah kulit elektron yang sama.
2. Menentukan
Golongan dari Konfigurasi Elektron
Golongan unsur ditentukan berdasarkan
pola elektron valensinya, dan dibedakan menjadi dua kelompok besar.
|
Jenis
Golongan |
Ciri
Konfigurasi Elektron Valensi |
Contoh
Golongan |
|
Golongan A (Unsur Utama) |
Elektron valensi
mengisi subkulit s atau s dan p |
IA (ns¹), IIA (ns²),
..., VIIIA (ns² np⁶) |
|
Golongan B (Unsur Transisi) |
Elektron valensi
melibatkan subkulit d yang belum penuh |
IIIB—VIIIB, IB, IIB
(bergantung jumlah elektron d dan s) |
Contoh: Unsur Magnesium (Mg, Z=12)
memiliki konfigurasi 1s² 2s² 2p⁶ 3s², sehingga elektron valensinya adalah 3s²
(berjumlah 2). Karena hanya melibatkan subkulit s, Mg termasuk golongan A,
tepatnya golongan IIA.
Contoh
unsur transisi: Besi (Fe, Z=26) memiliki konfigurasi [Ar] 3d⁶ 4s². Karena
melibatkan subkulit d yang belum penuh (3d⁶ dari maksimal 3d¹⁰), Fe termasuk
golongan B (golongan VIIIB).
3. Menentukan
Periode dari Konfigurasi Elektron
Periode suatu unsur ditentukan oleh nomor
kulit terluar (bilangan kuantum utama, n, tertinggi) yang ditempati elektron
dalam konfigurasi elektronnya.
Contoh: Unsur Magnesium (Mg) di atas
memiliki elektron pada kulit dengan n tertinggi = 3 (subkulit 3s dan 3p),
sehingga Mg berada pada periode 3.
4. Latihan Menentukan Golongan dan Periode
|
Unsur |
Konfigurasi
Elektron (ringkas) |
Elektron
Valensi |
Golongan |
Periode |
|
Na (Z=11) |
[Ne] 3s¹ |
1 |
IA |
3 |
|
Al (Z=13) |
[Ne] 3s² 3p¹ |
3 |
IIIA |
3 |
|
Cl (Z=17) |
[Ne] 3s² 3p⁵ |
7 |
VIIA |
3 |
|
Ca (Z=20) |
[Ar] 4s² |
2 |
IIA |
4 |
5. Keteraturan
dan Kemiripan Sifat dalam Satu Golongan
Karena unsur-unsur dalam satu golongan
memiliki pola elektron valensi yang sama, mereka cenderung memiliki sifat kimia
yang mirip meskipun jumlah kulitnya berbeda. Contoh: golongan IA (logam alkali
seperti Li, Na, K) semuanya sangat reaktif dan mudah melepaskan 1 elektron
valensinya untuk mencapai kestabilan, sementara golongan VIIIA (gas mulia
seperti Ne, Ar) sudah memiliki 8 elektron valensi sehingga sangat stabil dan
hampir tidak reaktif. Keteraturan pola inilah yang membuat tabel periodik
menjadi 'peta prediksi' sifat unsur yang sangat berguna dalam ilmu kimia.
C. Rangkuman
• Golongan
(kolom) ditentukan oleh pola elektron valensi; Periode (baris) ditentukan oleh
nomor kulit terluar.
• Golongan A:
elektron valensi pada subkulit s/p; Golongan B: melibatkan subkulit d yang
belum penuh.
• Unsur
segolongan memiliki elektron valensi sama sehingga sifat kimianya cenderung
mirip.
|
Renungan
(Cinta Sesama) |
|
Meskipun unsur-unsur dalam satu golongan berbeda
(memiliki jumlah kulit dan massa berbeda), mereka tetap disatukan oleh 'sifat
dasar' yang sama, yaitu jumlah elektron valensinya. Hal ini bisa menjadi
pengingat bahwa manusia pun, walau berbeda latar belakang, tetap memiliki
nilai-nilai dasar kemanusiaan yang menyatukan. |

Tidak ada komentar